Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung

Rabu, 28 Juli 2021
Translate :

Berita

Tak Patuh Karantina Sejumlah Hewan dan Komoditas Pertanian Terjaring Operasi

Bandar Lampung - Operasi Patuh Tim Gabungan Karantina Pertanian Lampung dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, serta instansi terkait di Seaport Interdiction berhasil menjaring hewan dan komoditas pertanian tanpa dokumen. Komoditas yang ditahan ini hendak diseberangkan ke Pulau Jawa (29/6), sekitar pukul 02.30 WIB.
Hewan dan komoditas pertanian yang terjaring operasi terdiri dari ayam kampung 5 ekor asal Pekanbaru tujuan Gresik - Jawa Timur, kambing 50 ekor asal Tulang Bawang tujuan Bogor, dan burung lovebird 6 ekor asal Palembang tujuan Depok. Selain satwa-satwa itu, sayuran kol sebanyak 14 ton asal Brastagi dengan tujuan Jakarta ikut terjaring operasi.
Setelah dilakukan pembinaan terhadap pemilik, seluruh komoditas tersebut dilakukan sertifikasi oleh Karantina.
Sedangkan seekor kucing asal Pringsewu dengan tujuan Bandung dilakukan penolakan karena tidak dilengkapi persyaratan dokumen administratif.
Sekitar pukul 04.30 WIB, Tim Operasi kembali mengamankan 9 buah kardus besar dan 24 buah keranjang berisi sejumlah 3.320 ekor satwa liar jenis burung. Burung tersebut diangkut menggunakan kendaraan jenis Toyota Avanza asal dari Kayu Agung yang akan menyeberang ke Serang, Banten.
Burung dengan berbagai jenis yang terdiri dari Manyar 2.500 ekor, Tekukur 40 ekor, Perkutut 30 ekor, Pipit 150 ekor, dan Trucuk 600 ekor akhirnya menghirup udara bebas dengan dilepasliarkan setelah dinyatakan bebas flu burung atau avian influensa (AI).
Di tengah giat operasi patuh, Karman selaku sub koordinator pengawasan dan penindakan Karantina Pertanian Lampung menjelaskan, "Operasi patuh ini ditujukan untuk menjaring lalu lintas komoditas pertanian yang tidak melapor pada Karantina. Selain itu kita juga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar patuh serta mentaati peraturan karantina dalam melalulintaskan hewan dan tumbuhan serta produknya."
"Operasi patuh dengan melibatkan instansi terkait ini akan kita lakukan rutin, agar masyarakat sadar karantina," pungkasnya. (HumaskarantinaLampung/Ely).
Bagikan Kiriman Ini :