Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung

Sabtu, 23 Oktober 2021
Translate :

Berita

Lima Ton Daging Celeng Gagal Diselundupkan ke Tangerang

Bakauheni - Sebanyak 5 ton daging babi hutan atau yang biasa disebut daging celeng asal Bengkulu kembali digagalkan penyelundupannya oleh Karantina Pertanian Lampung. Daging celang ini akan diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Kamis (07/10).

"Daging celeng yang dikemas dalam 160 karung ini dibawa menggunakan mobil berpendingin (box freezer). Saat berada di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni, mobil tersebut berhasil diamankan oleh petugas saat melakukan pengawasan bersama yang dilakukan secara rutin.  Pengawasan ini dilakukan gabungan Karantina Pertanian Lampung dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni," ujar Karman, Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Lampung.

"Menurut keterangan sopir, awalnya Ia mengaku membawa daging ayam, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas ternyata komoditas yang dibawa tersebut disinyalir adalah daging celeng. Dilihat berdasarkan ciri fisik daging," jelas Karman.

Sedangkan menurut pengakuan sopir, daging yang tak disertai dengan dokumen persyaratan dari daerah asal ini dibawa dari Bengkulu yang direncanakan akan menuju Tangerang dengan imbalan sejumlah uang.

Karman juga berujar, karena tidak dilengkapi dengan dokumen dari daerah asal dan tidak dilaporkan ke Pejabat Karantina di tempat pengeluaran, maka perbuatan pelaku tersebut berpotensi melanggar Undang-undang No.21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan. Saat ini daging celeng tersebut dilakukan penahanan oleh Karantina Pertanian Lampung.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh.Jumadh mengatakan bahwa pengawasan terhadap komoditas ilegal akan terus diperketat. Selama ini komunikasi dan koordinasi baik dengan instansi terkait maupun NGO terjalin sangat baik.

"Dengan tetap menyesuaikan perkembangan modus operandi yang dilakukan oleh pelaku, bahwa pengawasan lalulintas komoditas ilegal di area zona rawan penyelundupan ini akan terus dilakukan secara lebih inovatif," pungkas Muh.Jumadh (HumasKarantinaLampung/Sur).

Bagikan Kiriman Ini :